Aku tak boleh tertidur.

Aku
tidak akan berhenti sebelum semuanya ku ketahui
Apa itu arti sebuah hidup, mencicip segala
kegagalan, membuahkan segala usaha berubah menjadi pengalaman
Aku
tidak akan lupa dengan setiap kenangan di setiap detik kehidupan
Karena kenangan itu bekalku untuk segala sesuatu
yang sudah ku alami di dunia ini
Aku
tidak akan menutup mata
Kan ku pastikan aku tidak melakukan itu. Salah
satunya akan selalu terbuka , bergantian agar tak kelelahan
Aku
akan terus berjalan
Hal itu ku lakukan untuk membebaskan diriku
Aku
akan terus memenuhi segalanya
Segalanya itu adalah sesuatu yang bisa ku bagi misalnya
bahagia dan sedih
Untuk itu aku tidak boleh tertidur sebelum segala
harapanku tercapai. Hanya harapan sederhana bagi orang-orang tapi bagiku itu
adalah hal sederhana yang membuat cerita kehidupanku menjadi luarbiasa. Aku tidak
boleh tertidur..tidak.
Perempuan itu
Perempuan itu akhir-akhir ini sering menangis jika membaca,
atau menonton sebuah kisah seseorang yang memendam rasa karena mengingatkan
tentang dirinya. Kisahnya adalah seperti ini
Perempuan
itu senang bisa berada di satu situasi dengannya.
Perempuan itu bahagia bisa melihat wajahnya di pagi
hari dan dia akan bergumam selamat pagi, tidak peduli ada balasan atau tidak.
Perempuan itu tidak akan pernah berhenti membahas
tentang ketidak sengajaan tentang dirinya yang bertemu dengan dia tanpa
sengaja.
Perempuan itu tidak akan pernah berhenti bertanya ‘Apa
yang kau pikirkan ketika kita saling bersitatap selama beberapa detik’ ?
Perempuan itu akan menjadi pendengar baik jika suatu
saat dia datang dan bercerita tentang masalahnya
Perempuan itu bisa menjangkaunya meski berada di jarak
yang jauh sekalipun
Perempuan itu mempunyai seribu satu cara berusaha
mengetahui apa yang sedang di sukainya supaya bisa menarik perhatiannya.
Perempuan itu akan diam atau memasang wajah bahagia
ketika dirinya melihat pria itu berada disekitarnya
Perempuan itu tidak selalu bercerita kepada teman
baiknya jika temannya bertanya ‘Apakah kamu melihatnya tadi ?’
Perempuan itu memang terlihat bersikap biasa saja,
bahkan cuek jika tidak sengaja bertemu dengan dia tapi hati dan jantungnya
sebenarnya bergejolak riuh didalam.
Perempuan itu mengumpulkan kisah di hari demi harinya
Perempuan itu akan selalu menatap langit dalam situasi apapun
Perempuan itu sang pengharap tak meminta dibalaskan
Perempuan itu belajar banyak dan ingin belajar terus
menerus hingga dia menemukan sesuatu yang tepat untuk mengakhiri petualangannya
Perempuan itu sekarang berjanji akan menutup pintu
hatinya perlahan
Perempuan itu sekarang ingin mengasingkan diri dari
kata cinta
Perempuan itu di rundung bosan berniat mengurung diri
dan menjelajah dunia dengan caranya
Perempuan itu ingin menulis terus menerus membuahkan
karya yang bisa di baca , bisa di jadikan bahan untuk berkaca diri
Perempuan itu penuh dengan ke egoisan, emosi, dan
sikapnya terkadang tidak menentu
Perempuan itu tau dia salah, tapi dia senang berbuat
salah karena dengan itu orang akan memperhatikannya
Perempuan itu masih di penuhi tanda tanya
Terutama mempertanyakan kisah selanjutnya apa .
Hari Baru,
Gelisah Yang sama
(Hello June)

(Menjelang
pagi pukul 05.20 Wib setelah sejam lebih berkutat dengan proyek Akhir)
Sangkakala pagi berbunyi menggema diantara
langit yang perlahan pudar menuju terang. Aku menghela nafas di atas Kasur,
menatap langit-langit kamar. Aku mengucap syukur masih mampu menjalani hidupku
dan merasakan nafas kehidupan dari sang penguasa semesta.
Malam yang sabar berganti menjadi pagi di
hari yang baru. Namun sesuatu masih tetap sama. Tugas Proyek Akhir yang semakin
dekat hari penghakimannya. Aku membawa tubuhku untuk membasuh wajah. Setelahnya
aku menenggak segelas air putih. Kepalaku memikirkan deadline yang harus ku kejar.
Aku mengambil laptop dan kemudian terdiam. Semuanya
berputar sementara aku tertahan oleh diam membawaku melayang entah kemana. Ku hela
nafas, kemudian mulai mengerjakan.
Ku lihat masih banyak storyboard yang harus dikerjaan.
Oh, angin bawa aku pergi, wahai langit
berikan aku keajaiban.
Burung , bawa aku terbang tinggi. Sisipkan aku
disayapmu , terbangkanlah aku kemanapun engkau mau.
Selamat menempuh hari baru.
I wish I was
special, so very special

Hai , kepada mei yang akan segera berakhir.
Ku tulis ini untuk penghujam jantungku yang mendadak
menghilang. Menghilang bukan karena aku tidak pernah melihatnya lagi, tetapi
karena aku menghilangkan (perasaan) perlahan. Lebih tepatnya akan dimusnahkan
dari zona hatiku.
Aku sendiri bosan mengetik berkali-kali tentang
perasaanku yang selalu memendam rasa. Tapi kepadamu, aku tidak memendam rasa. Aku
selalu bercerita kepadamu lewat buku hitam yang selalu mengisi tasku , selalu ku bawa kemanapun aku pergi. Buku
itu bukan diary. Buku itu adalah
dirimu. Kenapa bewarna hitam ? karena aku tidak tau siapa dirimu sebenarnya.
Aku lahir di hari rabu. Meskipun akhir-akhir ini aku
membenci rabu, tapi dari antara bongkahan benci itu, Rabu menjadi sebuah hari
keberuntungan buatku di beberapa kali kesempatan. Termasuk kesempatan dimana
kita berada disatu ruangan diam dengan kesibukan masing-masing. Aku harus
tenggelam diantara rak buku jika ingin melihatmu, atau aku harus pura-pura
membaca dan mengerjakan sesuatu dan akhirnya mendapatkan surprise sosokmu yang sudah berada diantaraku.
Penuh kejutan. Kau seperti matahari yang terkadang
bersinar terkadang juga meredup , bersembunyi di antara awan membuatku
mencari-cari.
Banyak kejadian yang menarik buatku, membuatku
selalu bertanya. Misalnya dihari rabu, ketika kau sedang duduk dengan seriusnya
mendengarkan sesuatu dan menatap serius ke laptop. Apa yang sedang kau lakukan ? apa kau sadar akan sesuatu dan
kemudian akan ku lanjutkan dengan cerita lain dan menambahkan beberapa kalimat
untuk menyadarkan diriku.
Kebanyakan isi buku itu adalah tentang mengharapkan
aku seseorang yang berarti entah itu menjadi sahabat atau teman dekatmu. Aku
selalu bercerita seolah kau sedang berada di sampingku sambil mendengarkan list music favorite kita dan tak lupa secangkir kopi terhidang diantara kita. Setiap
aku bertutur lewat kalimatku dan menyampaikannya padamu aku selalu bahagia. Bebanku
bisa terbagi. Tentu aku tidak egois. Aku selau bertanya tentang keseharianmu,
tentang kisahmu yang lain dimana
masih berjalan sampai sekarang. Tentang dia,
apakah dia masih bisa menjangkau
hatimu. Ku berikan sisi simpatiku dan itu tulus. Terkadang ada canda ‘kapan
kalian berakhir ?’ (aku membayangkan
wajahmu yang mendadak kaku , terkejut ) tapi kau tidak akan tau berakhir
maksudku dalam konteks apa. Menurutku setiap cerita akan selau berakhir dengan
baik. Meski berakhir baik untuk
hubungan itu, atau berakhir baik untuk diri masing-masing. Selalu
kubayangkan kau mengucapkan terima kasih karena sudah mendukung setiap apa yang
ada padamu. Kemudian aku mengucapkan juga terima kasih karena mau menjadi
tempatku berbagi rahasiaku.
Di akhirnya, ku tutup buku itu dengan sebuah doa
bermaksud agar Tuhan menjadi perantara agar menyampaikan isi buku itu.
I wish I was special. I wanna makes
you happy, whatever you want. And I know , I’m a creep , I’m a weirdo. Sometimes
when I see you from far away, I talk to my self ‘What the hell am i doing here
? ’.
End.
Tidak
ada salahnya untuk mengenang.
Itulah
yang ada dipikiran Jona, laki-laki berkacamata yang kini duduk berhadapan
dengan hamparan danau kecil dihiasi pemandangan teratai mengapung dan beberapa
eceng gondok. Tempat itu menawarkan kenyamanan , dan itu membuatnya terkenang
kembali ke satu cerita.
Hatinya
berhasil di curi.
Adalah
seorang perempuan bernama Kinan. Gadis berambut sebahu dengan mata coklat gelap
, namun ketika kedua mata itu disinggung sedikit dengan sinar matahari maka
menyalalah warna coklatnya. Kedua mata itulah yang berhasil menarik perhatian
Joan. Padahal Kinan hanyalah perempuan biasa dengan penampilan yang teramat
cuek menurut Joan. Puncak pertemuan mereka adalah ketika tak sengaja Joan
menyinggung bahu Kinan saat berada dipusat perbelanjaan. Ketika mereka serempak
mengucapkan kata ‘maaf’ , keduanya tersenyum lalu saling bertukar salam.
Joan
tersenyum mengingat kejadian itu. Kalau dia tidak berani menarik Kinan dalam
sebuah perkenalan, mungkin singgungan bahu itu akan menjadi seonggok cerita yang
berlalu begitu saja.
Kini
Joan memandang hamparan teratai itu. Dia kembali teringat Kinan dan ekspresinya
ketika pertama kali menginjakkan kaki ditempat tersebut. Perempuan itu sangat
bersemangat. Hingga mereka akhirnya terus menerus membuat janji bertemu
ditempat tersebut. Mereka menjadikan tempat favorit Joan menjadi tempat rahasia
Joan dan Kinan.
Tangan
Joan meraba sebuah ukiran yang berada disebuah batu. Ukiran itu seakan
menandakan jika hanya Joan dan Kinanlah sang pemilik tempat tersebut. Rasa
sakit kini menjalari tubuhnya.
Dia
mengingat kembali hari terakhir dimana Kinan mengatakan sebuah kalimat
perpisahan pada Joan bahwa dia akan melanjutkan kehidupannya dengan seseorang.
Hanya angin yang melintas dan mendung yang menyulam langit. Mereka berpisah
saat itu juga. Tanpa adanya pertanyaan atau pernyataan tentang isi hati mereka.
Masing-masing mereka berjalan ke arah yang berbeda.
Dua
tahun lamanya dia tidak pernah menginjakkan kaki ditempat tersebut. Di hadapan hamparan
teratai yang mengapung diatas kolam. Kinan tidak pernah tau ketika Joan
melangkah pergi meninggalkan tempat itu, Joan berbalik dan mengejar gadis itu. Joan
tak berhasil, hanya gumaman semoga kita
bertemu kembali ,Kinan menjadi akhir cerita itu.
Joan
percaya kata-kata itu akan membawakannya pada Kinan. Tapi apa ? sudah dua tahun
semua berlalu , bahkan satu informasi dari Kinan pun tidak diketahuinya. Perempuan
itu bagaikan bidadari yang kembali ke khayangan.
SEMOGA
(Listen music Passion Pit – Take A Walk)
Bulan benuh
pengharapan.
Terlebih
kepada Proyek Akhir 2 yang sedang dalam proses pengerjaan. Hai para teman
mahasiswa/i. Mungkin sebagian besar merasakan hal yang sama denganku sekarang.
Buat anak kuliahan sepertiku sih paling gak muluk-muluk harapannya. Diberi
kesehatan dan diberi kekuatan untuk menjalani setiap waktu selama perkuliahan
sudah cukup.
Semoga apa
yang kita harapkan di bulan ini bisa terwujud, atau jikalaupun tertunda bisa
terwujud dibulan lain. Tapi untuk Proyek Akhir – ku sih, gak bisa diwujudkan di
waktu lain.
Welcome
Mei.
Selamat
hari buruh buat Indonesiaku.
.Selamat bertambah tua
kepada
Ibunda,Mom,Omak,Mamak,Mama,Ibu,Inong,.
Kelahiran Pematang Siantar , tanggal dan
bulan hari ini di tahun 1969. Omakku (di Bahasa indonesiakan jadi Ibu ) boru
siregar silali, dilahirkan oleh nenekku boru Sihombing.
Catatan kehidupan omakku, sangatlah dramatis.
Omak harus berdagang sambil bersekolah demi kelangsungan kebutuhan keluarga
mereka waktu dulu bersama opung. Latar belakang keluarga omakku adalah pedagang.
Jadi tidak salah kalau sampai sekarang omak masih tetap berdagang. Keluarga
omakku berjualan bumbu di salah satu pasar terkemuka di Pematang Siantar. Sekarang
ini, bisnis itu sudah di kelola oleh Tulang ( paman ) dengan istrinya yaitu
nantulang (Bibi).
Omakku sendiri masih tetap berdagang. Perempuan
perkasa ini tidak diam apalagi semenjak Bapakku pensiun. Sejak tahun 2014, Omak
membuka toko khusus berdagang pakaian mulai dari pakaian pengantin, tikar,
ulos, tandok, dan baju-baju lainnya. Omak sendiri sudah membuka usaha sejak
tahun 2005 dimulai dengan berdagang kebaya sedikit-sedikit kemudian usaha itu
semakin berkembang. Namanya bisnis pasti ada pasang surutnya, tapi omak tidak
pernah menyerah.
Omakku adalah seorang perempuan pantang
menyerah, tangguh, dan berani. Contohnya mengendarai motor. Omak selalu
mengendarai motor seperti pembalap professional mengalahkan kendaraan, salib
sana-sini, ngerem sesukanya, tanpa peduli nasib orang yang dibawanya.
Yang paling mengesalkan dari omak adalah
ketika sudah marah dia pasti ngomong ngelantur menimbulkan keributan lain (
apalagi kalau kita bedua debat. Sudahlah. ). Cerewet minta ampun , dan suka
ikut campur perdebatan entah itu jika bersama Bapak yang lagi pusing-pusingnya.
Selain berani dan tangguhnya, Omakku jago
masak. Kalau mau masak tentang lauk dari sabang sampai merauke jangan ditanya. Apalagi
makanan khas batak , sudahlah! Omak jagonya.
Omak sebenarnya baik meski sering cerewet.
Maafkan
anak-anakmu yang sering membuatmu marah omak. Maafkan kami yang sering buatmu
menangis entah itu dari segi prestasi kami ( terutama ini untuk Beka dan Niko)
yang tidak sebanding dengan hasil kerja kerasmu kini. Maaf jika sering membuatmu menangis entah itu
juga dari segi perilaku kami yang cuek yang luarbiasa. Ketahuilah, semuanya itu
terjadi karena Tuhan ingin membuat hidupmu indah dan penuh warna ( evil laugh ).
Oh Omakku, kami dari ke empat orang anak dan
seorang pria yang mencintaumu mengucapkan selamat bertambah tua yang ke – 46 tahun.
Semoga kau panjang umur di berikan kesehatan , Tuhan memberkatimu selalu dan
memberikanmu ketegaran dalam menghadapi kami- Ruth, Gress,Beka, Niko dan suami
tercintamu yang merupakan sosok Bapak bagi kami.
Sekali lagi selamat bertambah tua Omak.
Biarkan usiamu bertambah tapi jiwa dan wajahmu tetap muda.
.Salam.
Ruth Clara Manurung
Grachechia Olivia Manurung
Karen Rebecca Manurung
Obniel Nicholas Manurung
Mr.Manurung
NEGRI PANDORA
(Menurut
Adriana ,
gadis bisu
berumur 20 tahun dan selalu menulis isi hatinya
lewat buku
kulit tebal yang selalu dibawanya
setiap
menyusuri negri Pandora.)
Ada satu peristiwa yang menarik bulan ini.
Kejadian ini terjadi di Negri Pandora, negriku
tercinta dengan sistem demokrasi yang menurutku mulai luntur. Atau terlalu
demokrasi sehingga beberapa orang mulai berbesar mulut menyampaikan aspirasinya
tanpa berpikir resiko yang akan terjadi.
Ini terjadi seiring begitu hangatnya berita
mengenai pemilihan ketua umum salah satu partai ternama di negri Pandora.
Ini menarik.
Jujur saja, aku tidak terlalu tertarik dengan
politik. Tapi semenjak kepemerintahan raja
yang ke-7 ini, seluruh masyarakat kritis dalam menyikapi politik di negri
Pandora dan itu ikut menyeret jiwa kritisku. Negri Pandora menjadi penuh dengan
jiwa politik apalagi media eletronik maupun non-eletronik selalu membahas topic
yang sama.
Jengah. Melihat beberapa orang , media, serta
beberapa stasiun televisi secara terang-terangan (menurutku) ikut mencerca
kepemimpinan raja yang baru berjalan beberapa bulan. Semuanya penuh kritik,
berbagai cara di lancarkan agar kepemerintahan dengan gaya blusukan itu dianggap
tidak waras. Aku terkekeh melihat beberapa orang yang terpengaruh dengan omong
kosong para mulut-mulut bermoral rendah. Beberapa menuntut perubahan yang
dijanjikan. Memangnya perubahan itu semudah membalikkan telapak tangan ? .
Ngeri rasanya melihat negri sendiri yang semakin hari banyak manusia bersikap
gegabah. Semua pada akhirnya reda begitu saja dengan salaman damai ( yang
menurutku palsu) dan para kaum pemberontak akhirnya mereda ,
lenyap begitu saja.
Masih ingat jelas. Di sore hari , Raja dengan pakaian megahnya bersama para kandidat
mentri yang akan mengkawal negri Pandora ini selama lima tahun ke depan
menampakkan wajah penuh senyuman. Senyum yang menurutku penuh janji untuk
perubahan bangsa kami. Di pidatonya Raja mengatakan jika para pejabat yang
nantinya akan bekerja bersamanya, harus
bersedia meninggalkan partai dan
mengemban tugas sepenuhnya untuk Negri Pandora.
Tepat di bulan April , ketika itu sore hari
dan aku duduk di kedai kecil terletak di persimpangan jalan. Sebuah pidato
menarik perhatianku. Mungkin bagi kalian ini tidak menarik.
Aku bangga dengan wanita ini , apalagi ketika
melihat namanya masuk dalam daftar jajaran wanita paling berpengaruh di dunia. Aku
sangat bangga menjadi wanita setiap melihat beliau muncul di layar kaca. Tapi,
ketika pidatonya mengatakan jika orang-orang yang bekerja di kepemerintahan
adalah petugas partai , Aku mengasihani pemimpin Negri kami yang menjadi bagian
dari partai tersebut. Aku mulai memikirkan kembali perkataan para mulut-mulut
bermoral rendah it. Aku teringat dengan satu kata yaitu “Dia adalah Bonekanya”
(Nya merujuk pada Ratu yang merupakan pemimpin partai tempat bernaungnya juga
Raja kami). Belum lagi dengan penuh kuasanya wanita tersebut mengatakan jika
dia masih punya kekuasaan sebagai Ratu di negri ini. Dia bisa saja menyuruh
rakyat untuk bergerak menjalankan keinginannya ( aku rasa maksudnya adalah
menggulingkan kepemerintahan raja ke-7 ). Lalu pertanyaan adalah, jika memang
beliau menyuruh rakyat Pandora bergerak untuk menjalankan misinya , kenapa
beberapa kali dalam pemilihan pemimpin negri Pandora beliau gagal ?
Bolehkah aku tertawa lagi ? ini lucu.
Dan aku sangat geram melihat Raja kami yang
dengan wajah pasrahnya tidak memberikan ketegasan mengenai pidato sang Ratu. Dia
Raja , pemimpin dan pemegang kekuasaan penuh negri Pandora. Harusnya Raja bisa
tegas! Bukan hanya diam memilih dengan gaya “masa bodoh nanti juga berlalu”.
Ini serius. Dan jika Raja tidak bertindak, selamanya dia akan menjadi Boneka ,
Ratu tak seberapa itu.
Pecundang
Kau
tak akan bisa lari kemana-mana. Berlari menghindari sebuah masalah, berusaha
sembunyi di bagian terkecil dari dunia ini sekalipun. Bahkan di kala tidak ada
lagi nafas di dunia ini tersisa untukmu, semuanya masih lekat pada tubuh yang
terbenam di bawa tanah basah yang di tangisi jutaan manusia yang melayat ke
gundukan tanah bernisan.
Kau
tak akan bisa lari kemana-mana. Kau akan tersiksa oleh sebuah rasa takut yang
membuatmu terpojok pada sebuah ruang gelap. Kau butuh penerangan, tapi …berusaha
mencaripun tidak mau. P-E-C-U-N-D-A-N-G ! kata itu akan menjadi ekor yang
menempel pada dirimu, dan sebab itu pula kau pergi meninggalkan dunia. Kata itu
bagaikan hantu , bagaikan penyakit yang diam-diam menggerogoti seluruh tubuhmu.
Hari demi hari terbiarkan mengalir dengan sebuah sia-sia.
Kau
tak akan bisa lari kemana-mana. Kau akan terbunuh perlahan oleh sebuah
kenyataan. Di tampar oleh rasa menyesal. Kau akan kalah. Mengalah pada sebuah
kesempatan. Tegar berjalan di atas runcingnya kaca penderitaan dan hujaman air
hujan memompa air matamu hingga hanya darah yang tersisa.
Kau
tak akan bisa lari kemana-mana….
Kau
tak akan bisa lari kemana-mana…
Pecundang.
April with
Rain
Ku ucapkan salam perpisahan begitu
menilik tanggal telah berganti. Ku ucapkan terima kasih kepada-Nya telah melingkupiku
sepanjang waktu – yang selalu memberi nafas disetiap kehidupan. Bulan ini
dibuka dengan hujan. Aroma petrichor menyebar berpadu dengan sebuah harapan. Senyum
dan gelegar tawa mendominasi, tak peduli halilintar yang mencoba menakuti.
Rindu menguar.
Di sebuah dinding, aku bersandar
sambil mencuri pandang. Berusaha merekam senyum yang ku cari selama ini. Kali saja,
di hari-hari selanjutnya aku tak akan menemukan lagi. Meski hanya sebuah
tatapan singkat terjadi diantara aku dan
dia, tapi bisa ku tangkap teduhnya. Bolehkah
aku menumpang teduh disana ?
Hujan semakin deras.
Bukannya aku tak ingin berlama-lama
menikmati dia yang sedang sibuk dengan dunianya, tapi aku lebih baik pergi. Aku
tak ingin mengusik sesuatu yang tak pantas untuk ku pandang lama. Tak ada
gunanya jika ku pandangi dia terus
menerus. Hal itu malah membangkitkan sebuah harap terlalu tinggi, mengingat sesuatu hal dimana hatinya ……. . Aku tersenyum tipis dan memandang
ujung sepatu lusuhku. Biarlah aku yang tau sendiri isi titik-titik itu.
Hujan mulai sedikit reda. Tapi dinginnya
menikam.
Perlahan aku bergerak dengan
setengah hati. Ku rapatkan jacketku .
Hujan sudah berhenti.
Aku menikmati sisa-sisa aroma hujan
yang masih bisa ku gapai. Ku ambil dan ku simpan. Untuk penenang hati suatu hari nanti.
Waiting
for the next rain.
R’Manroe.



