Halo selamat Tahun baru. Welcome 2K17 (kayak anak zaman)
Di H+3 tahun 2017 ini , aku mau membahas tentang beberapa Musisi yang berhasil menghipnotis telingaku. Untuk yang pertama sebagai pembuka aku bahas tentang Kodaline. Kenapa aku bahas Kodaline, karena masih merasa sedih karena gak bisa melihat mereka di la la la fest di bulan November kemarin. Jadilah galau berkepanjangan sampai pergantian tahun.
Awal mula aku dengar karya Kodaline yang judulnya One Day, waktu zaman SMK. Setelah dengar One Day, telingaku ketagihan pengen dengar yang lain. Akhirnya terpelatuklah dengan lagunya yang berjudul High Hopes, terus berlanjut lagi ke All I Want. Dan ternyata lagu All I Want itu ngehits sekali di Youtube. Apalagi Ellie Goulding sampai buat versinya sendiri. Oh My God.
Dan sejak itu akupun memasukkan lagu All I Want jadi daftar lagu favoritku.
Sampai aku kuliah, aku cuma kenal tiga lagu itu. Hingga suatu hari, dimana aku sudah memiliki akun Spotify (aplikasi yang paling kucintai meskipun harus bayar tiap bulannya dan sekarang gak bisa pakai potong pulsa lagi -_- damn!) aku korek semua karya-karya Kodaline. Aku langsung buat playlist khusus untuk karya-karya mereka di akunku karena udah terlanjur jatuh hati.
Aku berharap sekali bisa menonton mereka secara Live. :') High Hopes.
Aku
berharap dimalam seperti ini tiba-tiba ada yang datang menghiburku
Menyela
kesibukanku, menjadi tempat untuk rileks sejenak.
Waktu
masih panjang menuju pagi
Aku
tidak tau sampai kapan seperti ini.
Menatap
laptop, dan sesekali mengecek sudah berapa persen file terupload. Aku
sedang dalam masa menunggu. Dibandingkan menunggu cinta, menunggu yang ini
lebih menyebalkan. Aku ingin berteriak , tetapi teringat ini sudah tengah
malam. Jadi mulutku terkatup rapat, dalam hati aku menggerutu dan tanganku
mengetik gerutuan itu. Posisi dudukku entah sudah bagaimana. Aku sangat
mengantuk, karena ini bukan jam tidurku. Selama liburan aku mengira bisa tidur
cepat dan bangun lambat.
Sebentar.
Aku memukul nyamuk dulu!
Lanjut.
Tetapi
itu tidak pernah terjadi. Semenjak kegiatan malas-malasan yang kulakukan terasa
bosan. Aku membuka laptop, menghabiskan waktu menonton drama korea. Ya, waktu
memang tidak terasa cepat berlalu. Aku bisa saja menghabiskan satu hari
sebanyak 8 – 10 Episode , namun rasanya pegal. Menonton drama atau film yang
tidak bebahasa Indonesia itu melelahkan. Karena focus terbagi dua. Apalagi jika
bahasanya sama sekali tidak dimengerti. Mataku bergerak cepat silih berganti
melihat translate dan mendengar percakapan dalam bahasa mereka.
HAHHHHHHHHHHHHHHHH!
Tadi
aku baru mengecek , baru 65 persen yang terupload.
Jika aku punya kekuatan super, mungkin aku ingin memiliki kekuatan penambah
kecepatan. Bukan hanya pada diriku tetapi pada semuanya. Misalnya mempercepat
hari berlalu, mempercepat masa kuliahku, dan lebih penting lagi mempercepat
internet.
PFTTTTTTTT
.
Aku geram dengan mereka yang tidak tau apa-apa tentang dirinya. Bertanya ini bagus untukku atau tidak, siapa yang menjalani kehidupan yang sedang kau lalui sekarang saat ini ? . Senang rasanya jika itu dijadikan masukan atau pendapat yang baik, gemas rasanya jika itu dijadikan patokan untuk hidup orang tersebut tanpa pertimbangan atau hanya ikut arus saja. Jika kau berhadapan denganku, yang ku berikan adalah jawaban standard dimana ku ketahui bahwa itu sudah sangat memuaskan buatmu. Jika telinga dan matamu benar-benar berfungsi lihat bagaimana raut wajahku , intonasi suaraku dan sikapku terhadapmu.
Aku tidak suka melihat mereka yang menuruti perkataanku dengan mudah tanpa perdebatan, tetapi aku tidak suka juga dengan mereka yang memutuskan dengan cara egois, bersuara bahwa pendapat merekalah yang benar. Tetapi aku akan lebih murka jika seseorang menebas setiap pendapat yang ada dengan suara lantang. Jika aku berada diantara kalian dan terjadi situasi demikian, jawabanku adalah ‘terserah’ atau diam.
Aku tidak suka melihat mereka yang menuruti perkataanku dengan mudah tanpa perdebatan, tetapi aku tidak suka juga dengan mereka yang memutuskan dengan cara egois, bersuara bahwa pendapat merekalah yang benar. Tetapi aku akan lebih murka jika seseorang menebas setiap pendapat yang ada dengan suara lantang. Jika aku berada diantara kalian dan terjadi situasi demikian, jawabanku adalah ‘terserah’ atau diam.
"Terluka itu wajar, menyesal apalagi. Tetapi sejauh ini yang ku lihat tangismu bukan untuk keduanya melainkan untuk kemarahan dan keegoisanmu. Mengapa kau tidak mengalah saja karena dari segi manapun kau tetap bersalah. Sebenarnya tidak bersalah. Hanya saja semua itu tidak ada gunanya. Pembelaan diri itu menurutmu, sementara ia mengatakan kau pemberontak dan tidak menurut.
Setelahnya kau menangis terisak isak didalam gelap kamar dengan pikiran yang berantakan. Membuatmu tertekan meski musik klasik berusaha menuntutmu kembali relaks. Kau berteriak dalam hati kepafa Tuhan meminta penjelasan dan pertolongan.
Air matamu tetap saja keluar.
Hei.
Aku... Jari jari ingin mengatakan satu hal padamu.
Menangislah ...
Tetapi berjanjilah tangismu kan berhenti
Ketika hari berganti. " dan perempuan itu memeluk gelap semakin erat hingga terlelap.
So, I knew them from dramkor (drama korea). Lagu dua band ini dipakai untuk backsound film it's okay this is love. Untuk judul lagu dari Family of the year yaitu hero, and twin forks is Cross my mind. I veryy LIKE HERO!!!! !!!!!!!!!!!!
AKu gak tau kenapa lagu mereka bisa nyasar didrama korea. Oh ya find out more about them in http://twinforksmusic.com/ and http:familyoftheyear.net/
Tampilan web family of the yearnya agak gimana gitu, soooooo...jangan terkejut kalau ada yang gerak-gerak gak jelas. À bientôt!!!!
“ I enjoyed the
pitapat of tear down
Now I’m in the
darkness. Collecting the despair and looking for a good words to express what I feel
right now.
I’m just crying, I
don’t know how to answer when their considerate to me.
I mum.
What happen to me
?
I feel more comfort
in the darkness, is in the ground feels like this too ?
I succumb for……...i
don’t know. “
Berselimut biru dikelilingi latar
hitam. Sebuah sinar berasal dari ponselnya menjadi satu-satunya terang. Seperti
semalam, kembali dia menuliskan barisan kalimat yang menuntut untuk dipahami
dimana melambangkan diri ataupun situasi sebenarnya.
Musik Instrument musik klasik hilir
mudik ditelinga menambah gairah menggerayangi tiap huruf yang berongga dilayar
datar. Beberapa menit yang lalu, terjadi pertengkaran antara gunung dan bukt. Yang
kalah secara fisik tentu bukit, namun secara psikis yaitu gunung. Sang
Gunung kesal karena akar-akar pepohonan yang mengelilinginya dipermainkan. Angin
mengelilingi bukit membisikkan ribuan makna , berusaha menyadarkan bukit namun
diacuhkan.
Dia bingung melirik bukit dan
gunung. Sama-sama keras tak ada yang berjiwa lunak. Pada akhirnya dia memilih
pertengkaran itu diuraikan dalam kertas digital. Kali saja dia bisa menemukan
solusi yang masih terjebak di labirin.
I
don’t want to say that’s a bad day.
Yeah,
anggap itu sudah takdir aja. Dibawa seru, walaupun naik-turun membanting mental
dan buat kepikiran semalaman. Life is like a roller coaster, ada saatnya naik ada
saatnya terjerembab. Kalau gak begitu, rasanya hidup melempem.
Benar
apa kata Dosen kemarin, kalau kita dapat masalah harusnya bersyukur. Yeahhhh, I’ll
try to do that.. Situasi ini memerintah untuk ingat selalu bersyukur apapun
hasil yang didapatkan. Hmmmm…oke.
Dibalik
situasi ini, setidaknya ada cerita atau pengalaman serta kenangan yang bisa diceritakan
nanti. Perlahan keadaan ini bukan lagi sesuatu yang membuatku terbebani ataupun
galau, justru jadi ngerasa kalau semuanya itu lucu.
Then,
I remember about my old prinsip. Buat apa punya high score,but you can’t be
responsible???????????????????
It’s
doesn’t meaning you give up!?! Ataupun berpasrah ria
People
who never failed or never try to take that challenge, it will be never
stronger.
Hidup
membutuhkan kekuatan untuk segala hal.
A
stronger untuk berlapang dada
A
stronger untuk kesabaran
A
stronger untuk menghadapi kegagalan
A
stronger for everythiglah pokoknya.
Tertawalah,
but don’t show up your tears and depressed face. Tertawalah untuk mereka
yang menertawakan dan berpura-pura mengasihanimu. Because they’re not a stronger than you.
Aku lebih suka menangis daripada bahagia.
Aku lebih suka merasa sakit daripada terus diatas awan
menggenang pada pujian
Aku lebih suka menunggu, meski harus membuatku bersabar sepanjang
waktu
Aku lebih suka mendengarkan, karena dengan begitu aku bisa
banyak belajar
Aku lebih suka terjatuh berkali-kali, karena dengan begitu
aku punya tekad untuk bangkit
Aku lebih suka bumi daripada dunia, karena keindahannya
begitu nyata
Aku lebih suka menggerutu, dengan begitu aku bisa memiliki
memori suram untuk mengimbangi kenangan-kenangan manis yang sudah membuatku
diabetes.
Aku lebih suka memahami daripada dipahami, karena dengan
begitu aku bisa menjadi orang yang pengertian.
Aku lebih suka menjadi orang yang egois , keras kepala,
cuek. Karena aku tau jika dunia ini tidak hanya dipenuhi orang baik yang
sebenarnya terkesan munafik.
Aku lebih suka terdiam didalam tempat gelap, dengan begitu
aku tidak perlu melihat dunia yang begitu menyakitkan.
Aku lebih suka meminta kepada Tuhan, daripada kepada
orangtuaku. Dengan begitu aku tau bagaimana fase kehidupan ini.
Page
: 21
Aku sedang berada
dikeheningan, mendengar deru mencekam dari mesin pendingin ruangan dikamarku. Suara
jangkrik menambah dalamnya sepi.
Aku berdecak , dan
menggaruk kepala.
Saat aku baru saja bangun
dari istirahat sore yang memakan waktu selama tiga jam lebih tadi, sehabis
membasuh wajah terlintas sebuah ide gila sekaligus menggelitik hati. Ini membawaku
pada jati diri yang sudah lama ku tinggalkan . Tindakan berani yang pernah aku
lakukan dan menghempaskanku pada jurang pengharapan namun berujung pada sebuah
akhir yang jika pada novel dikatakan sad
ending.
Haruskah aku melakukan
itu ?
Meninggalkan sebuah
ucapan perpisahan untuknya sekali lagi, ketika dia akan benar-benar hengkang
dari penglihatanku dan mungkin selamanya. Karena amat mustahil jika suatu hari
nanti bisa melihatnya lagi.
Kemudian aku tersenyum. Membayangkan
hal buruk dan baiknya jika aku benar-benar melakukannya. Namun pada akhirnya
aku memilih untuk tidak melakukan itu.
Aku punya cara luarbiasa
dimana bukan untuk perpisahan. Mungkin ini bisa membawa pada pertemuan
selanjutnya.



