Salah satu moment berharga sekaligus menyadarkanku.
Mamak sedang beres-beres dapur, sementara aku menyapu kamar yang letaknya berdekatan dengan dapur. Mamak menghela nafas , lalu berkata "Besok kita masak apalah ya lagi"
"Yang besok biarlah besok. Yang hari ini saja kita jalani dulu"
Matahari bahkan baru beberapa jam muncul, tapi mamak sudah mengkhawatirkan besok.
Kalimat yang aku ucapkan itu kemudian merajai kepalaku.
Aku sadar bahwa mungkin besok itu tak ada untuk kami berdua, lagi.
Mamak sedang beres-beres dapur, sementara aku menyapu kamar yang letaknya berdekatan dengan dapur. Mamak menghela nafas , lalu berkata "Besok kita masak apalah ya lagi"
"Yang besok biarlah besok. Yang hari ini saja kita jalani dulu"
Matahari bahkan baru beberapa jam muncul, tapi mamak sudah mengkhawatirkan besok.
Kalimat yang aku ucapkan itu kemudian merajai kepalaku.
Aku sadar bahwa mungkin besok itu tak ada untuk kami berdua, lagi.
Aku hanya membiarkan semuanya tetap berada di kepalaku. Apa yang ku pikirkan tak pernah keluar dari tempatnya.
aku kembali masuk ke ruang gelap. Sejak aku memutuskan untuk mewujudkan impianku, aku mulai merasa tertekan.
Mereka yang tadinya berdiri bersama kami perlahan menjadi inang yang menggerogoti setiap inti, membuat kami goyah.
Aku goyah.
aku kembali masuk ke ruang gelap. Sejak aku memutuskan untuk mewujudkan impianku, aku mulai merasa tertekan.
Mereka yang tadinya berdiri bersama kami perlahan menjadi inang yang menggerogoti setiap inti, membuat kami goyah.
Aku goyah.
Dilemaku saat ini sangat besar. Antara mewujudkan impianku atau memilih jalan pintas.
Semakin deras air mata, semakin besar tekanan yang ku dapatkan. Pertarungan yang hanya dihadapi ibuku seorang diri membuatku sadar bahwa selama ini aku tak tau diri. Setelah satu per satu aku mengerti aku berusaha mengisi setiap sisi yang kosong dimana selama ini membuatnya terkatung katung.
Semakin deras air mata, semakin besar tekanan yang ku dapatkan. Pertarungan yang hanya dihadapi ibuku seorang diri membuatku sadar bahwa selama ini aku tak tau diri. Setelah satu per satu aku mengerti aku berusaha mengisi setiap sisi yang kosong dimana selama ini membuatnya terkatung katung.
Menekan ego ,mengalah, sabar, berpikir positif disaat - saat ini terasa sulit. Jika semua tak seimbang, maka semuanya akan berubah menjadi neraka.
Persaingan-persaingan diluar sana, bertambahnya usia, perubahan yang terjadi disekitar kami, membuatku kadang ingin mundur dari dunia dan membiarkan abuku berbaur dengan air laut yang asin.
Persaingan-persaingan diluar sana, bertambahnya usia, perubahan yang terjadi disekitar kami, membuatku kadang ingin mundur dari dunia dan membiarkan abuku berbaur dengan air laut yang asin.
Sekarang aku bingung mengambil langkah. Kami digerogoti sedikit demi sedikit. Dan aku takut akan hal itu. Aku tau kata 'takut' tak seharusnya muncul, tapi itu yang aku rasakan.
Misteri kehidupan saat ini adalah pertunjukan horor yang nyata.
Xoxo.
Habitat lamaku , aku kembali. Lama aku
bungkam dengan sekelilingku, akhirnya aku menelusuri sisi lain. Rinduku sudah
lama ingin dibuai oleh malam yang dingin , kini terpenuhi.
Jika aku terbuai dengan dunia disekelilingku
lagi, ingatkan aku lewat tangis rindu. Akan aku ucapkan itu dan berharap Tuhan
mewujudkannya lagi.
Aku memberitahu pada laut tentang rahasiaku
Lalu ombak, dan nyanyian pohon kelapa mengitariku memberikan kenyamanan
Aku tak ingin kembali, ucapku.
Namun ketika aku melihat ke belakang aku melihat seorang wanita diseberang sana tersenyum padaku
Kemudian ombak bertanya padaku lagi "Apakah kamu ikut dengan kami ?"
Aku mengatakan "Maaf " lalu berlari ke arah wanita itu sambil mengucapkan selamat tinggal pada mereka
Angin memelukku dan berkata "Kami akan menjaga rahasiamu sampai hari itu tiba"
Aku mengangguk lalu pergi.
Aku
menyiksa diriku sendiri, menunggu kapan hari itu tiba.
Kenapa
tidak melakukan hal itu sekarang saja
?
Sebenarnya,
aku masih berharap ada suatu keajaiban suatu hari nanti aku bisa memperbaiki
ini semua. Tapi aku memilih pasrah, dan membiarkan saja. Jadi, aku yang tidak
melakukan apa-apa saat ini sebisa mungkin membuat hariku agak membaik. Aku
berdoa tiap malam, tertawa saat mereka menceritakan hal-hal lucu, memberi nasihat
jika dibutuhkan, semuanya masih normal. Aku masih mudah marah, memiliki sisi pemikiran
yang berbeda namun hanya bisa ku tuangkan didalam tulisan-tulisanku. Aku masih
sedikit takut dan membutuhkan waktu lama untuk menerima orang-orang baru. Namun
akhir-akhir ini aku memilih untuk menghindari itu dengan bersikap tidak peduli,
membutakan mata terhadap orang yang ada disekitarku kecuali mereka yang sudah
sangat ku kenal. Bahkan pernah suatu malam aku berdoa agar aku tidak perlu
dilihat oleh orang-orang disekitarku. Jadi niatan untuk mengajakku berteman,
atau bertanya hal simple seperti “Toilet
dimana ya ?” tidak pernah terjadi.
Perlahan
aku mulai memilih untuk meninggalkan banyak jejak di akun sosial mediaku.
Facebook secara perlahan aktif kembali. Aku berusaha memosting di Instagram,
mengunggah sebuah foto yang menurutku menarik. Beberapa minggu yang lalu aku
baru selesai merenovasi blog, dan saat ini sedang berusaha menerka kembali password tumblr. Aku mulai rajin like setiap video yang menurutku bagus,
masih terus menggali musik baru tanpa peduli viewernya berapa, dan perlahan mengisi channel Youtube ku. Setidaknya aku punya kenangan suatu saat nanti,
untuk bisa di ingat oleh mereka yang mengaku menyayangiku dan menganggapku
sebagai teman atau sahabat.
Aku
hanya melakukan apa yang menurutku bisa membuat waktu cepat berlalu. Soal
mimpiku, tanggapan terhadap masa depan, aku masih mencarinya dalam ruang gelap
yang dingin. Meringkuk dibalik selimut dan memikirkannya hingga aku tidak bisa
tidur, hingga tanggal berganti.

"Aku sedang menyukai bulan, dan violet. Aku sedang menyukai lagu-lagu bertempo lambat, dengan makna sangat dalam. Aku sedang menyukai kesendirian dalam keramaian." kata perempuan itu.
"Bagaimana dengan hatimu ?" tanya laki-laki tersebut.
"Hatiku ? masa bodoh dengan itu." jawabnya, lalu memutar lagu yang lain.
I'm a girl fallin love with the dark sky
I'm a girl that have a dream sleeping under sky full of star as the blanket.
I'm a girl that have a dream sleeping under sky full of star as the blanket.
Hai.
Halo selamat Tahun baru. Welcome 2K17 (kayak anak zaman)
Di H+3 tahun 2017 ini , aku mau membahas tentang beberapa Musisi yang berhasil menghipnotis telingaku. Untuk yang pertama sebagai pembuka aku bahas tentang Kodaline. Kenapa aku bahas Kodaline, karena masih merasa sedih karena gak bisa melihat mereka di la la la fest di bulan November kemarin. Jadilah galau berkepanjangan sampai pergantian tahun.
Awal mula aku dengar karya Kodaline yang judulnya One Day, waktu zaman SMK. Setelah dengar One Day, telingaku ketagihan pengen dengar yang lain. Akhirnya terpelatuklah dengan lagunya yang berjudul High Hopes, terus berlanjut lagi ke All I Want. Dan ternyata lagu All I Want itu ngehits sekali di Youtube. Apalagi Ellie Goulding sampai buat versinya sendiri. Oh My God.
Dan sejak itu akupun memasukkan lagu All I Want jadi daftar lagu favoritku.
Sampai aku kuliah, aku cuma kenal tiga lagu itu. Hingga suatu hari, dimana aku sudah memiliki akun Spotify (aplikasi yang paling kucintai meskipun harus bayar tiap bulannya dan sekarang gak bisa pakai potong pulsa lagi -_- damn!) aku korek semua karya-karya Kodaline. Aku langsung buat playlist khusus untuk karya-karya mereka di akunku karena udah terlanjur jatuh hati.
Aku berharap sekali bisa menonton mereka secara Live. :') High Hopes.
Aku
berharap dimalam seperti ini tiba-tiba ada yang datang menghiburku
Menyela
kesibukanku, menjadi tempat untuk rileks sejenak.
Waktu
masih panjang menuju pagi
Aku
tidak tau sampai kapan seperti ini.
Menatap
laptop, dan sesekali mengecek sudah berapa persen file terupload. Aku
sedang dalam masa menunggu. Dibandingkan menunggu cinta, menunggu yang ini
lebih menyebalkan. Aku ingin berteriak , tetapi teringat ini sudah tengah
malam. Jadi mulutku terkatup rapat, dalam hati aku menggerutu dan tanganku
mengetik gerutuan itu. Posisi dudukku entah sudah bagaimana. Aku sangat
mengantuk, karena ini bukan jam tidurku. Selama liburan aku mengira bisa tidur
cepat dan bangun lambat.
Sebentar.
Aku memukul nyamuk dulu!
Lanjut.
Tetapi
itu tidak pernah terjadi. Semenjak kegiatan malas-malasan yang kulakukan terasa
bosan. Aku membuka laptop, menghabiskan waktu menonton drama korea. Ya, waktu
memang tidak terasa cepat berlalu. Aku bisa saja menghabiskan satu hari
sebanyak 8 – 10 Episode , namun rasanya pegal. Menonton drama atau film yang
tidak bebahasa Indonesia itu melelahkan. Karena focus terbagi dua. Apalagi jika
bahasanya sama sekali tidak dimengerti. Mataku bergerak cepat silih berganti
melihat translate dan mendengar percakapan dalam bahasa mereka.
HAHHHHHHHHHHHHHHHH!
Tadi
aku baru mengecek , baru 65 persen yang terupload.
Jika aku punya kekuatan super, mungkin aku ingin memiliki kekuatan penambah
kecepatan. Bukan hanya pada diriku tetapi pada semuanya. Misalnya mempercepat
hari berlalu, mempercepat masa kuliahku, dan lebih penting lagi mempercepat
internet.
PFTTTTTTTT
.





